:: Sajak Tanpa Judul
Kau kira kami telah sekarat. Adalah ilalang yang berbaris di sepanjang jalan. Yang kerap kau sebut jalang, purba dan sundal. Padahal kami takzim berlutut pada setiap pejalan kaki dan ternak yang lalu lalang. Hingga keretamu datang memekakkan kelopak dengar dan menyeret semuanya. Kami terhempas, lunglai. Mati mengering dalam sumpah serapah yang samar. Kami kemudian dibekap amarah bukan kepalang, “kamu adalah sialan dan keparat itu!”
Galesong, 19/11/2009
Advertisement
